Point of sales
Berita,  Headline,  Tips Bisnis

Ingin bisnis kuliner? ikuti tips berikut

Akhir-akhir ini banyak orang  lebih memilih untuk makan di luar atau membeli makanan di restoran maupun tempat makan untuk dinikmmati di rumah. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh  jadwal yang sibuk, flexibilitas, pilihan yang variatif, serta kualitas makanan yang terjamin. Selain itu konsumen juga tidak perlu capek-capek mengeluarkan energi untuk masak. Karena alasan-alasan tersebut usaha kuliner menjadi salah pilihan usaha yang menguntungkan. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi seperti cashless payment atau point of sales, masa depan industri kuliner akan selalu cerah.

Di sisi lain,  dengan meningkatnya tren, banyak restoran yang gagal terutama pada tahun pertama. Sebagian besar kegagalan biasanya disebabkan oleh kurangnya perencanaan. Tapi bukan berarti usaha kuliner merupakan bisnis yang sulit untuk dijalankan. Untuk membantu anda memulai usaha kuliner, ada beberapa tips yang bisa anda ikuti:

Target Pasar

sebaik apapun kualitas suatu produak, perlu diingat bahwa sulit untuk membuat produk yang diminati oleh seluruh tipe konsumen. Jadi, fokuslah untuk menggapai 5% hingga 10% dari pasar. Berikut merupakan kategori pasar utama pelanggan usaha kuliner:

• Milenial

Milenial juga dikenal sebagai generasi y, termasuk mereka yang lahir antara tahun 1980 dan 2000. Generasi ini adalah yang paling beragam dan merupakan target utama untuk usaha kuliner. Generasi Y biasanya menyukai makanan cepat saji atau tempat dengan layanan cepat yang dapat mengimbangi jadwal sibuk mereka. Oleh sebab itu makanan paling umum yang biasa dipilih adalah makanan cepat saji seperti pizza dan burger.

• Generasi X

Generasi X mencakup mereka yang lahir antara tahun 1965 dan 1980. Generasi ini dikenal dengan nilai-nilai keluarga yang kuat dan mereka cenderung berfokus pada hubungan mereka dengan anak-anaknya. Untuk itu, mereka menyukai restoran atau prasmanan sepuasnya dengan suasana yang nyaman dimana mereka bisa “hangout” bersama keluarga mereka.

• Baby boomer

Baby boomer termasuk yang lahir antara tahun 1946 dan 1964. Saat ini, sebagian besar baby boomer akan segera menjadi kakek-nenek, menjadikan mereka target untuk restoran yang menawarkan suasana ramah keluarga atau mereka yang memberikan pengalaman bersantap klasik atau gaya zaman dulu.

Memilih lokasi

Tidak semua operasi usaha kuliner harus memiliki toko fisik, tetapi bagi mereka yang bergantung pada toko fisik, berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan lokasi:

• Aksesibilitas

Pertimbangkan kenyamanan pelanggan untuk mencapai lokasi restoran Anda. Contohnya, jika Anda bergantung pada lalu lintas pejalan kaki, pertimbangkan apakah ada bisnis atau pariwisata terdekat yang akan mengharuskan orang berjakab kaki melewati restoran atau kios anda.

• Jarak dengan bisnis lain

Bisnis yang berdekatan mungkin akan memengaruhi kesukseskan toko Anda. Tergantung toko apa yang berdekatan, toko itu akan menjadi saingan atau malah membantu restoran anda.

• Harga sewa

Jika Anda telah melakukan proyeksi laba rugi untuk tahun pertama operasi Anda, Anda akan tahu kira-kira berapa banyak pendapatan yang dapat Anda hasilkan. Dengan itu, Anda dapat menggunakan informasi itu untuk memutuskan berapa harga sewa yang mampu Anda bayar.

• Fasilitas parkir pelanggan

Jika toko terletak di jalan, menyediakan parkir yang nyaman dan akses mudah bagi pelanggan akan menentukan kesuksesan toko.

Mendanai Bisnis Anda

Jumlah uang yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis kuliner bergantung pada beberapa faktor seperti fasilitas, peralatan yang Anda butuhkan, pemasaran dan modal operasional lain yang diperlukan. Terlepas dari berapa banyak yang Anda butuhkan, Anda pasti akan membutuhkan modal untuk memulai bisnis usaha kuliner Anda. Berikut adalah beberapa saran untuk mengumpulkan modal usaha kuliner anda:

• Menggunakan uang sendiri

Lakukan penghitungan aset anda secara menyeluruh. Orang umumnya memiliki lebih banyak aset daripada yang mereka sadari termasuk rekening tabungan, rekening pensiun, tanah, peralatan rekreasi, kendaraan dan jenis investasi lainnya.

• Bantuan Keluarga dan teman

Teman dan kerabat adalah alternatif berikutnya dalam mengumpulkan modal. Jika mereka percaya pada bisnis Anda, mereka mungkin ingin menginvestasikan sebagian uang mereka.

• Mitra/Partner

Temukan seseorang yang mungkin ingin bekerja sama dengan Anda dalam usaha itu. Dalam melakukan itu, pastikan untuk membuat perjanjian kemitraan tertulis yang dengan jelas mendefinisikan tanggung jawab dan kewajiban Anda masing-masing.

Itulah beberapa tips untuk memulai usaha kuliner dengan benar. semoga tips-tips ini bermanfaat jika, Jika Anda ingin memulai usaha kuliner. Selain itu gunakan Ameera Kasir Online untuk mempermudah bisnis anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *